Jualan Foto Online di Microstok Sekelas Shutterstock dengan Bayaran 0,10 $ – Kapan Kaya?

2 min read

Penghasilan Jualan Foto ONline

Matamu.NET – Artikel ini saya dedikasikan buat kalian yang memiliki niat menghasilkan uang Dollar melalui Contributor di Microstock Fotografi. Sebagai gambaran awalanya, tahukah kalian jika biaya parkir di Indomaret jauh lebih mahal dibandingkan uang yang kamu dapatkan setelah foto kamu di-download di Shutterstock?

Sebagai gambarannya berikut ini adalah biaya paling dasar

  1. Shutterstock : 0,10 $ ~ Rp. 1.300
  2. Freepik : 0,11 $ ~ Rp. 1.400
  3. AdobeStock : 0,33 $ ~ Rp. 4.800

Itu adalah upah paling yang paling dasar yang kalian dapatkan jika foto kalian laku di Microstock. Jika tidak percaya berikut ini screen shoot bayaran 3 download terakhir dari foto saya di Shutterstcok.

Harga Jualan Foto di Microstock Shutterstock

Meskipun dibayar dengan kurs Dollar tapi kalau cuman 0,10 $ itu namanya 1 Cent. Buat uang parkir di Indomaret saja tidka cukup apalagi mau kaya dari jualan foto di Shutterstock.

Kapan Bisa Gajian di Shutterstock?

Yah untuk bisa PayOut di Shutterstock, paling tidak kamu harus memiliki saldo 35 $ yang dapat dicairkan melalui Paypal. Tentu saja jumlah itu tidak bulat kamu terima karena kamu bakalan kena pajak penghasilan 10% dari total yang dikirimkan sehingga hanay sekitar 31,65 $, belum lagi biaya pencairan Paypal pada umumnya kena potong mulai dari Rp. 30.000 sampai Rp. 100.000 bergantung bank apa yang kamu hubungan dengan PP kamu.

Kalau berdasarkan pengalaman saya sebagai Contributor Shutterstock PO pertama saya dapatkan setelah 1 tahun bergabung menjadi Contributor hanya mendapatkan uang 400.000 rupiah lebih dikit. Lumayanlah buat makan-makan. Tapi ini setahun loh! kalau di bagi 12 bulan itu artinya kamu cuman dapat penghasilan 33 ribu rupiah perbulan. Padahal posisi pada saat PO sudah memiliki 400 buah foto lebih.

Kalau dari sisi jumlah foto, kita misalkan saja sedang sial jadi setiap foto yang didownload sebesar 0,10 $ jadi yah butuh 350 kali Donwload agar foto kamu laku.

Tidak heran jika banyak contributor pemula yang baru upload satu atau dua foto bakalan putus asa dengan sistem ini. Apalagi kalau dah niat jalan-jalan ke tempat jauh buat kumpulin portofolio foto, jadinya nggak banget deh.

Jadi apa memang se-susah itu?

Kalau ditanya apakah menjadi contributor di Microstock memang setidak berguna itu, jawabnya memang relatif. Namun jika yang ditanya itu adalah saya. Maka saya akan menjawab, tidak seburuk itu kok.

Selalu ada kejutan sih selama menjadi Contributor di Microstock, selain memang menjadi Microstoker itu bukanlah pekerjaan utama bahkan tidak masuk kategori pekerjaan sampingan.

Saya sendiri menyebutnya Hobi yang bernilai uang. Kalau selama ini Hobi akan selalu membutuhkan bajet khusus dari Gaji kamu, menjadi Microstocker di Shutterstock itu kebalikannya. Sekalipun jumlahnya tidaklah banyak-banyak amat, tapi total saat ini sudah mendapatkan bayaran lebih 100$. dari Shutterstock.

Asiknya lagi Situs ini kan tidak meminta bayaran apapun, minimal untuk bayar Host dari file foto yang beratnay segede gaban.

Jadi sisa upload dan forget, sisa tunggu kejutan demi kejutan di hari-hari mendapatan tiab foto yang kamu jual sudah laku saja.

Selain itu tidak selama 0,10 $ kok. Ada banyak harga yang bisa didapatkan pemilik foto setiap kali foto tersebut di Download, misalnya saja foto saya berikut ini :

Harga Jual Foto di Stius Microstock Shutterstock

Nah terkadang ada tipe Download berjenis On Demand sehingga biaya download-nya jauh lebih mahal. Jadi lumayan kan kalau bisa dapat 20 Download on demand dalam sebulan sudah 37,6 % sudah terpenuhi untuk gajian bulanan kan.

Jadi apakah masih Worthed untuk cari penghasilan tambahan di Shutterstock?

Yah beberapa forum dan teman-teman yang memang menjadikan Microstcok sebagai pekerjaan utama mereka juga sudah lumayan sih. Saya malah pernah Rumor akun bernama Gunung Kelud di Shutterstock yang punya Belasan ribu protofolio sudah PO bulanan dan dengar-dengar sih sudah sekitar 1000 USD perbulan.

Entah ini rumor atau memang fakta, tapi kalau menurut saya sih masuk akal, Karena saya yang protofolionya kurang dari 2000 ribu foto dengan banyak diversity Hampir-Hampir PO setiap bulan.

Yah memang pada masa Corona Agak Pelik karena jumlah Download berkurang, berhubunga protofolio saya banyakan Foto Wisata dan Flora sih. Tapi Konsisten saja upload fotonya, toh tidak dipungut bayaran, ketimbang fotonya lumutan di Harddisk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *