Belajar Fotografi – Genre Human Portrait dan Pencahayaannya

1 min read

Tehnik Ligthing dan Pengertian Fotografi Portrait

Matamu.NET – Meskipun sama-sama melibatkan objek manusia sebagai Point of Interestnya, namun Fotografi Potrait memiliki perbedaan dengan Fotografi model. Fotografi Portrait adalah foto yang menitikan beratkan pada personality orang atau grup orang yang berada di foto baik

Fotografi Protrait dapat bersifat artistics namun dapat juga bersifat klinis dan formal. Kebanyakan fotografi portrait dilakukan pada acara dan kegiatan seperti Pernikahan (Wedding Photography), event sekolah, kantor dan juga tujuan komersial. Tujuannya sebagai kenang-kenangan, koleksi pribadi, didisplay di website pribadi dan personal branding image dan tujuan bisnis.

A. Sejarah Fotografi Portrait

Fotografi Portrait pertamak kali dikenal sejak sistem fotografi daguerreotype diperkenalkan pada abad 19. Pada sensor yang digunakan untuk merekam gambar belum sebaik sekarang dengan bahan kimia yang kurang sensitif sehingga orang membutuhkan waktu lama (long exposure) agar sebuah potret selesai. Namun hal ini relatih singkat dibandingkan dengan meminta jasa pelukis untuk membuat self portrait. Hal ini membuat fotografi daguerreotype semakin diminati dalam hal ini membuat self fotografi, namun tentu saja hanya sebagain orang kaya saja yang punya cukup uang untuk menyewa jasa fotografi.

Pada awalnya, Fotografi Portrait dilakukan dengan orang sebagai objek lalu duduk di depan sebuah background polos. Karena Pencahayaan buatan (Artificial Lighting) belum ditemukan, kebanyakan foto dilakukan pada pagi hari di depan sebuah jendela dimana cahaya jatuh di bagian wajah dengan expsorue lembut. Sebuah cerman diletakkan di depan subjek untuk memantulkan cahaya kembali ke wajah.

Pada era modern, tehnik fotografi daguerreotype semakin berkembang dimana foto bisa diambil dalam waktu cepat mungkin 1/4000 sekon. Bahkan dalam kondisi kurang cahaya di malam hari.

Fotografi fotografi daguerreotype terbaru

B. Tipe Pencahayaan dalam Fotografi

Pada umumnya ada tiga metode pencahayaan yang digunakan adalah Three Lighting Point yakni Key Light, Fill Light dan Back ligth.

1. Key Light

Pencahayaan Kunci, tapi kebanyak orang lebih suka menyebutnya Key Light. atau Pencahayaan utama. Pencahayaan dengan exposure paling terang diletakkan di sisi kiri atau sisi kanan dari objek. Pada umumnya dilettakan antara 30o sampai 60o.

Tujuan Key Ligth ini adalah membentuk garis tegas pada objek sehingga objek tidak terlihat datar. Jarak Lighting dari objek menjadi kunci jatuhnya cahaya dan bentuk bayangan yang terbentuk dari objek.

Contoh Penggunaan Key Ligth Pada Fotografi Portrait

2. Fill Light

Fill ligth adalah pencahayaan sedikit lebih redup dari Key Light yang diletakkan diarah depan objek tapi berlawanan dengan Key ligth. Misalnya Key ligth diletakkan 30o di sisi kirim objek maka Fill ligth diletakkan 30o di sisi kana objek.

Tujuan dari Fill ligth ini adalah melawan kuatnya cahaya Keyligth sehingga tidak ada perbedaan exposure yang mencolok antara daerah terang dan daerah Shadow pada foto. Pada umunnya intensitas exposure lebih rendah dibandingkan dengan main light agar foto tidak terlalu flat. Hal ini juga banyak membuat fotografi menggunakan Reflektor saja dibandingkan dengan Ligthing tambahan.

Contoh Penggunan Fill Ligth pada Fotografi Portrait

3. Back Light

Back light adalah pencahayaan yang sumber diletakkan di belakang model. Entah itu tegak sejajar dengan kamera, objek dan model ataupun serong. Tujuannya untuk membuat foto berdimensi dengan membentuk jarak antara Background dan Objek. Selain tiu Back ligth juga digunakan untuk membuat Hair light yang lebih tegas.

Teknik Pencahayaan dan letak lampu pada Thrre Point Ligthing Portrait fotografi

Total dari ketiga ligthing kemudian di set dalam tiga pilihan, yakni High Key, Normal Exposure ataupun Low Key.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *