Belajar Fotografi – Exposure Pada Fotografi

2 min read

Pengertian Exposure pada Fotografi

Matamu.NET – Exposure adalah jumlah intensitas Cahaya yang direkam oleh sensor lalu diterjemahkan dalam bentuk gambar digital. Pada fotografi analog, Exposure diartikan sebagai jumlah intensitas cahaya yang meransang bahan kimia pada negatif photo.

Dalam bahasa Indonesia, Exposure disebut Pajanan, tapi dalam Artikel belajar Fotografi saya lebih menyebutnya sebagai Exposure.

Aspek Exposure

Exposure sebuah foto dipengaruhi oleh tiga hal yakni

  1. Sensitifitas Sensor (ISO)
  2. Kecepatan Ranah (Shutter Speed)
  3. Bukaan Lensa (Aperture Valua)

Tiga aspek Exposure ini menentukan jumlah cahaya yang direkam oleh sensor namun membawa efek tambahan (nurturant) pada Efek tersebut adalah Picture Noise, Picture Freezing, dan Depth Of Field. Ketiganya disebut sebagai Segitiga Eksposure (Triangle Exposure)

Adapun penjelasan dari masing-masing Aspek Exposure

1. Sensitifitas Sensor

Sensitifitas sensor adalah kuantitas kepekaan sensor terhadap respon cahaya. Hal ini ditandi dengan iso tinggi, misalnya semakin tinggi ISO akan menghasilkan gambar yang terang pada kondisi terang.

Foto Landscape pada Kondisi Low Ligth di Sore Hari

Semakin tinggi nilai sensor semakin tinggi sensitifitas akan tetapi menghasilkan gambar yang lebih noisy. Sensitifitas cahaya diukur dengan satuan ISO yang dibuat dengan satuan STOP.

  1. Deret ISO dalam 1 STOP : …,50 – 100 – 200 – 400 – 800 – 1600 – 3200 – 6400,…
  2. Deret ISO dalam 1/3 Stop : …,100 – 125 – 160 – 200 – 250 – 320 – 400 – 500 – 640 – 800 ,…

Semakin canggih sensor sebuah kamera semakin rendah noisy yang dihasilkan pada ISO tinggi, misalkan kita motret dengan Canon 5D mark I pada ISO 800 akan menghasilkan foto yang lebih noisy dibandingkan dengan motret dengan Canon 60 D pada ISO 800.

2. Shutter Speed

Shutter Speed adalah kecepatan ranah terbuka pada saat Sensor menyimpan gambar. Semakin Cepat sensor dibuka semakin sedikit jumlah cahaya yang masuk dan semakin gelap gambar yang dihasikan.

Perebdaan Exposure karean KEcepatan Shutterspeed

Semakin cepat gambar menyimpan gambar maka akan menghasilkan gambar freeze, jika shutterspeed lambat makan akan menghasilkan motion blur. Tehnik terkadang dimanfaatkan untuk mengambil gambar konsep Panning.

Kuantitas kecepatan merekam gambar (Shutterspeed) dinyatakan dalam satu waktu, detik atau menit.

  1. Deret 1 STOP untuk SS : …,1/120′, 1/60′, 1/30′, 1/16′,1/8′,1/4′,1/2′,1′, 2′, 4′. 8′, 16′,…
  2. Deret 1/3 STOP untuk SS : …,1′, 1.33′, 1,6′, 2′, 2.5′, 3′, 4′, 5′, 6′, 8′, 10′, 13′, 16′,…

3. Aperture Value

Aperture Value adalah ukuran besar bukaan diagfragma pada lensa, dimana semakin besar lensa dibuka akan membuat semakin banyak cahaya yang masuk atau gambar yang lebih terang.

Nilai dan Besar Aperture Value Bukaan Pada Lensa

Nilai bukaan pada lensa kamera akan berpengaruh tidak hanya pada terang gelapnya gambar tapi juga pada daerah tajam dari foto. Daerah Tajam ini disebut sebagai Depth of Filed atau DoF.

Berikut ini cara membuat Efek Foto Boleh memanfaat Konsep DoF

Selain dari terang dan Gelap. Efek dari nilai Av ini sangat beragam dan tergantung dari lensanya.

  1. Semakin jauh daerah fokus dari lensa semakin panjang DoF
  2. Semakin panjang Focal length lensa akan menghasilkan nilai DoF yang semakin sempit

Jadi misalnya saya memotret dengan lensa 24 mm dengan F/2 akan pada objek berjarak 3 meter di depan lensa akan memiliki DoF yang lebih lebar dibandingkan dengan lensa 85 mm dengan F/2.

Kuantitas Av diukur dengan besaran perbandingan dengan bukaan lensa terhadap diameter bukaan. F/1 itu berarti besar bukaan lensa sama lebar dengan ukuran Focal Length lensa. Adapun kuantitasnya diukur dengan STOP juga

  1. Deret 1 STOP Av : …,F/1, F/1.4, F/2, F/2.8, F/4, F/5,6, F/8,…
  2. Deret 1/3 Stop Av : …, F/1, F/1.1, F/1.2, F/1.4, F/1.6, F/1.8, F/2.0, F/2.2., F/2.5, F/2.8, …

Catatan : Menghitung Exposure

Aturan dasar Fotografi adalah menghasilkan gambar dengan nilai Expsore yang normal dimana jumlah cahaya yang direkam pada gambar tepat. Tidak terang dan tidak gelap. Karena jumlah cahaya ini dipengaruhi Triangle Exposure maka Tehnik dasar menghitung jumlah cahaya ini bisa diihubungkan dengan satuan STOP.

Misalkan sebuah gambar akan menghasilkan Exposure yang normal dengan Exift foto : ISO 800, F/4, dan SS 1/60. Jika gambar yang dihasilkan terlalu noise, maka kita turunkan ISO ke 400 misalnya. maka kita akan kekurangan 1 Stop cahaya.

1 Stop cahaya ini bisa tutupi dengan merubah nilai dari F/4 ke F/2.8 atau SS 1/60 ke SS 1/30.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *