Dzargon Saya adalah Seorang Web Developer dan Praktisi SEO khususnya untuk Algotitma Google Search Enggine. Selain itu saya juga suka dengan fotografi terutama Landscape dan Modelling

Apa Itu Motion Blur – Tutorial Fotografi

1 min read

Motion Blur dalam Fotografi

Matamu.NET – Tak dapat dipungkiri bahwa seorang fotografer atau orang yang hobi memotret terkadang mendapatkan hasil foto yang blur lantaran memotret sebuah objek yang bergerak. Hal tersebut dikarenakan menggunakan Shutter Speed yang rendah.

Kondisi tersebut biasa terjadi dan disebut sebagai motion blur. Munculnya motion blur akan menciptakan efek seperti jejak yang tertinggal dibelakang objek ketika bergerak.

Pengertian Motion Blur

Motion blur merupakan sebuah efek yang timbul akibat gerakan sebagian objek dalam gambar atau foto. Adapun yang menyebabkan munculnya motion blur adalah karena penggunaan Shutter Speed yang rendah. Di samping itu, motion blur diakibatkan lantaran Shutter Speed pada kamera tidak dapat menangkan objek dengan cepat. Pengaturan tersebut biasanya disebut sebagai teknik fotografi long exposure.

Motion blur juga bisa disebut sebagai goresan nyata yang didapatkan dari objek yang bergerak dalam foto maupun urutan bingkai, misalnya pada film serta animasi.

Seperti yang kita ketahui juga bahwa tak sedikit dari fotografer justru mendambakan mendapatkan gambar yang tajam dari objek yang dipotretnya. Akan tetapi, siapa sangka tak sedikit pula fotografer yang justru memanfaatkan efek yang ditimbulkan dari motion blur. Salah satu daya tarik dari motion blur adalah dapat menghasilkan efek yang keren serta artsitik.

Tips Memotret Efek Motion Blur

Bukan hanya memotret objek yang tajam saja memiliki tips, tapi dalam memotret efek motion blur juga ada tips dan trik yang dapat dilakukan agar kesan artistik dari objek yang akan dipotret semakin terlihat. Berikut ini tips memotret agar menghasilkan efek motion blur.Mengatur atau mensetting kamera dengan

  1. menggunakan mode Shutter Priority (S/Tv).
  2. Sebaiknya menggunakan Auto ISO.
  3. Mengatur Shutter Speed pada angka atau tingkat 1/20 sekon.
  4. Selanjutnya menstabilkan kondisi kamera sebaik mungkin. Kemudian aktifkan anti-shake (IS, VR, dan lain sebagainya) apabila memotret dengan cara handed. Sementara itu, ketika memotret menggunakan alat tambahan seperti tripod maka matikan anti-shake.
  5. Pengaturan Shutter Speed diubah secara bertahap mulai dari 1/10 sekon, 1/5 sekon, dan seterusnya atau disesuaikan dengan keinginan dari fotografer.
  6. Terakhir memotret objek secara berulang-ulang sampai menghasilkan foto yang diinginkan.

Selain itu, terdapat tiga cara yang dapat dilakukan untuk menyeimbangkan Shutter Speed yang lama ketika cahaya terlalu banyak. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Menggunakan Aperture yang kecil
  • Menurunkan ISO pada kamera
  • Menggunakan filter Neutral Density (ND), tujuannya adalah agar dapat mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke dalam lensa kamera.

Perlu diingat juga bahwa ketika menggunakan Shutter Speed yang rendah atau kecepatan rana rendah maka Anda harus berhati-hati dengan adanya guncangan yang terjadi pada hasil foto atau gambar. Pengaturan waktu yang lama atau lambat maka motion blur akan semakin terlihat.

Itulah informasi tantang motion blur. Tak ada salahnya memperlajari efek motion blur agar hasil foto lebih bervariasi dan menawan.

Dzargon Saya adalah Seorang Web Developer dan Praktisi SEO khususnya untuk Algotitma Google Search Enggine. Selain itu saya juga suka dengan fotografi terutama Landscape dan Modelling

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *