Perbedaan Mendasar Antara Trading dan Investasi Saham

5 min read

Perbedaan Mendasar antara Trading dan Investasi saham

Dzargon – Mendengar kata saham, pada umumnya orang-orang akan mengasosiakan instrumen tersebut dengan dua hal yakni investasi dan trading. Hanya saja terkadang orang awam, agak sulit membedakan kedua istilah tersebut.

Bahkan beberapa orang malah berfikir bahwa trading analog dengan kegiatan berjudi. Padahal Judi dan Trading adalah dua hal yang sangat berbeda.

Artikel ini mencoba menjelaskan perbedaan antara Investasi dan Saham dari sisi pemula.

Perbedaan antara Saham dan Investasi

Sebelum kita lebih jauh berbicara tentang Investasi dan Trading saham, mari kita terlebih dahulu membedakan dua hal yakni (1) kegiatan ekonomi dan (2) objek dalam kegiatan ekonomi. Investasi dan Trading adalah kegiatan ekonomi yang secara umum keduanya dapat diartikan sebagai proses jual beli.

Objek dalam kegiatan jual beli tersebut bisa jadi berbeda hanya saja yang paling sering dipadangkan dengan kata trading adalah saham, valas, crypto, emas, dan sejenisnya. Kebanyakan orang melakukan trading dengan objek yang fluktuasi nilainya tinggi dan tidak bernilai kegiatan usaha

Nah agar tidak berpanjang lebar mari kita mulai ke perbedaan antara Trading dan Investasi.

A. Investasi

Secara sederhana, Investasi adalah kegiatan menaruh sejumlah uang dalam jangka waktu yang lama pada unit atau kegiatan usaha dengan harapan mendapatkan keuntungan dari kegiatan usaha tersebut. Keuntungan bisa dalam dua bentuk yakni (1) naiknya nilai unit usaha dan/atau (2) Pembagian keuntungan kegiatan usaha pada jenis investasi tertentu.

Agar lebih mudah memhami kegiatan investasi berikut ini penjelasan singkat dalam bentuk simulasi mengenaik kegiatan investasi berdasarkan objek investasinya.

1. Emas

Emas adalah logam mulai yang nilainya dianggap paling stabil dan cenderung naik dari tahun ke tahun. Hal ini membuat Emas menjadi salah satu instrumen Investasi yang paling populer.

Misalkan kita memutuskan membeli emas sebanyak 10 gram pada tahun 2005 yang pada saat itu harga jual emas adalah Rp. 153.306 / gramnya, sehingga 10 Gram senilai Rp. 1.533.060.

Tahun 2021 harga emas dibanderol denan harga sekitar Rp. 942.000 / gram, sehingga nilai investasi kita sekarang adalah Rp. 9.420.000.

2. Saham

Saham adalah sekuritas yang menunjukkan proporsi penguasaan total aset berdasarkan valuasi dari sebuah perusahaan. Misalkan saja sebuah usaha memiliki nilai valuasi sebesar 100 juta rupiah dan kita berinvestasi di perusahaan sebesar 10 juta rupiah maka kita memiliki 10% dari total aset perusahaan tersebut.

Jika tahun berikutnya usaha tersebut ternyata valuasi perusahaan tersebut meningkat karena untung dan ekspansi bisnis menjadi 200 juta rupiah. Maka nilai invetasi kita juga ikutan naik menjadi 20 Puluh juta rupiah dengan proporsi kepemilikan saham 10 %. Demikian pula jika perusahaan tersebut merugi dan valuasi hanya 50 juta rupiah, maka nilai investasinya menjadi 5 juta rupiah saja dengan proporsi aset yang tetap.

Selain dari valuasi, kepemilikan saham terkadang diikuti dengan pembagian keuntungan kegiatan usaha yang disebut Dividen. Hal ini biasanya ditentukan pada rapat tahunan pemegang saham.

Agar lebih mudah mari kita simulasikan dengan pembelian saham Mandiri pada tahun 2005 seharga Rp. 1.320 per lembar sebanyak 11 lot (1.100 lembar), sehingga total dan yang diinvestasikan adalah Rp. 1.452.000.

Tahun 2021 harga saham Bank Mandiri senilai Rp. 6.000 per lembar sehingga total nilai Investasi (portofolio) kita adalah Rp. 6.600.000.

Selain itu kita mendapatkan tambahan dana dari Pembagian Dividen tahunan dari Bank Mandiri. Misalnya saja pada tahun 2020, Mandiri membagikan keuntungan sebesar 220 rupiah perlembar. Agar memudahkan perhitungan simulasi kita rata-ratakan saja pembagian dividen Bank Mandiri sebesar Rp. 120 rupiah per lembar per tahun sehingga selaam 16 tahun kita mendapatkan pembagian dividen sebesar Rp. 1.980.000 Rupiah.

Dengan demikian total nilai investasi kita pada tahun 2021 adalah Rp. 8.580.000.

3. Saham di Luar Negeri

Investasi dalam bentuk pembelian saham di luar negeri sebenarnya sama dengan dalam negeri yakni keuntungan didapatkan dari Gain Capital (Valuasi niali saham naik) dan pembagian dividen jika tersedia. Hanya saja faktor perhitungan melibatkan lebih banyak aspek seperti nilai Valuta Asing saat bertransaksi.

Mari kita misalkan berinvestasi saham di Wall Stree dengan membeli saham apple sebanyak Rp. 1.500.000 rupiah pada tahun 2005 dimana harga dolla pada saat itu adalah Rp. 9.800 per dollar dan Harga saham Apple adalah 34 $ per lembar. Sehingga uang tersebut dapat ditukar dengan saham apple sebanyak 4,5 lembar*.

Tahun 2021 harga saham Apple mencapai 148 $ dengan demikian nilai investasi kita saat ini adalah 666 $ ditambah pembagian Yield Dividen Apple yang mencapai 0,6% per triwulan atau 2,4% satu tahun. Agar lebih mudah kita anggap saja Dividen yang didapatkan dari total kepemilikan saham kita adalah 31,8 $ dengan demikian total nila investasi kita adalah 697,8 $ atau sekitar Rp. 10.018.843 pada tahun 2021.

4. Properti

Selain Komoditas dan saham, properti adalah salah instrumen investasi yang banyak diminati. Hanya saja Investasi properti memiliki lebih banyak resiko dan sulit dihitung seperti menurunnya kualitas bangunan dalam jangka panjang, keadaan alam, biaya perawatan, biaya pajak bumi dan bangunan, dan lain sebagainya sehingga kita lewatkan saja pembahasannya di artikel ini.

Selain itu sangat sulit membeli properti dengan jumlah uang yang kecil. Investasi Properti biasanya memiliki nilai yang besar.

Agar lebih mudah menghitung berikut ini tabel simulasi perhitungannya!

Objek InvestasiInvestasi Awal 2005Nilai Investasi 2021KenaikanRasio
EmasRp. 1.533.060Rp. 9.420.000Rp. 7.886.940614,48 %
Saham MandiriRp. 1.452.000Rp. 8.580.000Rp. 7.128.000590,91 %
Saham AppelRp. 1.500.000Rp. 10.018.843Rp. 8.518.843667,92 %
Deposito (SB 8%)Rp. 1.500.000Rp. 5.138.913Rp. 3.638.913342,59 %
Simulasi Perbedaan Nilai Investasi dengan Modal 1.500.000 rupiah.


Karakteristik Investasi

Investasi juga dapat diartikan sebagai kegiatan menanam modal dalam sebuah usaha. Kegiatan ini bersifat pasif yang artinya Investor tidak terlibat langsung dalam proses menjalankan usaha. Meskipun beberapa perusahaan mungkin menerapkan kebijakan khususnya misalnya Investor yang memegang saham lebih dari 5% dari valuasi perusahaan akan diangkat menjadi komisaris Independent yang artinya memiliki andil yang lebih besar dalam menentukan kebijakan perusahaan.

Pemegang modal (investor) dalam perusahaan hanya memiliki sangkut paut dengan proporsi nilai aset dari saham perusahaan yang mereka pegang namun tidak memiliki hubungan kepemilikan perusahaan. Jadi ketika perusahaan dinyatakan pailit dan harus membayar utang, maka Investor tidak wajib membayar sisa utang perusahaan yang tidak cukup setelah aset perusahaan dijual habis.

Instrumen Invetasi Umum

Sebagaiman yang dijelaskan sebelumnya, Instrumen investasi adalah barang atau objek yang diperjual belikan dalam kegiatan investasi. Adapaun instrumen-instrumen Investasi itu sebagai berikut :

  1. Properti – Bangunan, Perkebunan, Tanah dan sejenisnya
  2. Saham – Sekuritas yang senilai dengan proporsi nilai aset dari sebuah perusahaan
  3. Emas – Logam mulai
  4. Reksa Dana – Perkumpulan oyang membentuk usaha memberikan modal pada usaha dan atau kegiatan lainnya
  5. Obligasi / Surat utang jangka panjang
  6. Deposito

B. Trading

Baik trading dan investasi, keduanya memiliki arti umum jual beli hanya saja Investasi merujuk pada kegiatan membeli instrumen investasi dalam jangka waktu yang lama sedangkan trading disimpan dalam waktu yang relatif lebih cepat.

Contoh kegiatan trading seperti membeli saham pada harga rendah dan menjual pada saat harga naik. Naik turunya harga saham ini dipengaruhi oeh dua hal yakni aspek fundamental yang mencakup valuasi secara keseluruhan dari kegiatan usaha seperti aset, hutang, kegiatan usaha, perjanjian, peraturan pemerintah dan sejenisnya. Aspek kedua adalah aspek teknis yakni aspek yang menentukan ketertrikan pasar terhadap saham sebuah perusahaan.

Dalam hal ini teori supply and demand jangka pendek juga berefek pada naik uturunya harga saham. Meskipun marginnya lebih kecil dari dari harga Fundamental namun nilai bergerak sangat cepat. Hal ini dimanfaatkan oleh para trader untuk melakukan aktifitas jual beli dalam waktu singkat.

Jadi dapat disimpulkan jika Investor saham mengharapkan keuntungan dari naiknya Gain Capital berdasarkan Aspek Fundamental dalam jangka panjang dan pembagikan dividen sedangkan Trader saham mengaharapkan keuntungan dari selisih antara harga jual dan beli saham dalam jangka waktu yang relatif pendek atau fluktuasi harga saham.

Grafik dan Trend chart yang sering dijadikan dasar analisis Teknikal
Grafik History/Trend jual Beli Saham yang dijadikan Teknikal Analisis

1. Jenis-Jenis Trading

Trader bisa dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan durasi waktu menahan saham yang dibeli. Adapaun Jenis-jenis Trading tersebut sebagai berikut :

  1. Scalping – Membeli saham dan menahan dalam orde menit atau beberapa detik saja.
  2. Daily Trading – Membeli saham dan menahan dalam orde jam atau dibeli dan dijual pada hari yang sama.
  3. Swing Trading – Membeli saham dan menahan dalam rentang harian atau sampai dua minggu.
  4. Invests Trading – Membeli saham dalam waktu yang lama berdasarkan analisis fundamental.

Setiap jenis jenis trading ini memiliki faktor analisis yang berbeda seperti Proporsi penjual dan pembeli saham (scalping dan Daily Trading), rrend yang ditunjukkan grafik / statistik penjualan saham (Daily Trading dan Swing), momentum perjanjian, kontrak kerja sama, peraturan pemerintah dan konisi ekonomi (Swing Trading) dan Aspek Fundamental (Invest trading).

2. Instrumen Trading

Meksipun sama-sama memiliki makna jual beli namun tidak semua komoditas dan instrumen investasi bisa dijadikan investasi trading. Komoditas yang diperdanagkan harus memiliki nilai yang fluktuatif paling lama dal orde beberapa minggu saja. Kebanyakan Instrumen trading memiliki orde fluktuasi menit bahkan sampai detik.

Adapun komoditas yang sering diperjual belikan dalam trading adalah :

  1. Saham
  2. Indeks Harga Saham (Hanya pada beberapa Bursa saja seperti Wall Street misalnya)
  3. Valas (Forex)
  4. Cryptocoin
  5. Emas Digital
  6. Minyak Mentah

C. Penutup

Agar lebih memudah membedakan antara Investasi dan Trading berikut ini adalah tabel kesimpulannnya :

Investasi SahamTrading Saham
Jenis KegiatanBeli dan TahanBeli dan Jual
Dasar pertimbanganMembeli saham dengan nilai Fundamental yang baikMembeli saham berdasarkan trend jual-beli dan momentum
Fokus UtamaFinansial perusahaan yang sehatPergerakan naik turun saham
Lama waktu tahanJangka panjangJangka pendek
Jenis AnalisiFundamental AnalisisTeknikal Analisis

Catatan

* Kepemilikan saham di Wall Street bisa dihitung berdasarkan fraksi yakni pecahan harga perlembar sahamnya. Sedangkan di Bursa Efek Indonesia hanya bisa dibeli dalam kelipatan 1 Lot dimana 1 Lot berisi 100 lembar saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *