Membangun Karir Menjadi Fotografer Profesional

2 min read

Cara menjadi Fotografer Profesional

Matamu.NET – Profesi Fotografer alah seorang seniman yang mengabadikan moment dengan kamera Digital ataupun analog agar momen tersebut jadi memiliki nilai komersial. Tujuan dari pemotretan yang dilakukan olehs eorang fotografer sangat beragam tujuan.

Adapaun tujuan umum foto dari fotografer adalah :

  1. Jurnalis
  2. Editorial
  3. Commercial

A. Tugas dan Tanggung Jawab Fotografer

  1. Memahami kebutuhan klient dan menvisualisasikan kebutuhan tersebut sebagai ide dan konsep dalam bentuk foto
  2. Melakukan set up pemotretan baik itu dari segi lightning, background dan efek yang akan ditambahkan di dalam foto.
  3. Menguasai set up pemotretan Indoor dan outdoor
  4. Memilih dan mengatur peralatan fotografi seperti background, properti, MUA, dan elemen lain dalam foto berdasarkan tujuan pemotretan.
  5. Memilih perlengkap motret yang tepat sesuai dengan tujuan pemotretan
  6. Mampu menggunakan peralatan standar fotografer seperti tripod, lightning, filter, dan flash
  7. Mengatur eksposure foto dalam seperti AF, Shutterspeed, ISO, Auto dan White Balanced yang dihubungkan dengan pencahayaan tambahan, filter, kondisi cahaya, kedalaman fokus, gerakan objek dan kemampuan sensor dalam merekam gambar.
  8. Melakukan review dan editing digital atau post processing dari foto yang sudah diambil.

Tingkat Advance

Jika kamu berminat jadi fotografer profesional ada banya segmen dalam dunia fotografi, kamu bisa memilih salah satu saja atau menjalani banayak segmen foto tersebut. Adapaun segmen fotografi umum yang memiliki nilai finansial adalah :

  1. Micro-stocker
  2. Dokumentasi (wedding dan event)
  3. Fashion
  4. Food
  5. Travel
  6. Wildlife
  7. Olahraga
  8. Scientist Purpose
  9. Ariel
  10. Lansdscape and Cityscape
  11. Architectural
  12. Fotografer Photo Studio

Beberapa fotografer juga bisa bekerja sebagai freelancer untuk organisasi non pemerintah (NGO), media massa, majalah, foto studio atau perusahaan agency yang berkaitan dengan fotografi.

B. Peluang Kerja

Rata-rata penghasilan fotografer di dunia terbilang cukup besar yaknisekitar 45.000 USD sampai dengan 55.000 USD. Ini setara dengan 60 juta rupiah perbulan. Akan tetapi hal tersebut bergantung dari reputasimu. Fotografer pemula di California bisa saja mendapatkan bayaran 2.000 USD perbulan untuk full time work.

Di Indonesia, Profesi fotografer sangat luas cakupannya. Mulai dari foto dokumentasi kelas kampung yang mematok tarif sekali motret mereka mulai dari 500 ribu rupiah rupiah 2 atau 3 hari event. Pada kelas menengah, beberapa fotografer yang tergabung dalam managemen profesional bisa mendapatkan bayaran bayaran mulai dari 1 juta sampai 3 juta rupiah untuk even pernikahan dan kegiatan lain.

Biaya fotografer Wedding di Indonesia terbilang cukup fantastis untuk kelas-kelas premium. Untuk wilayah Jakarta dan Bali, bisa menembus angka 150 juta rupiah untuk sebuah kegiatan sedangkan di Makassar sebagai salah satu kota besar di Indonesia wedding premium full packed rata-rata berkisar dari 20 sampai 50 juta dengan kontrak paling rendah 10 juta dan paling tinggi 100 juta rupiah.

Mirisnya beberapa waktu yang lalu, Berita menganai Fotografer Jurnalis yang bahkan dibayrar kurang dari 500.000 dalam sebulan untuk media massa kelas lokal. Namun demikian mereka berstatus Freelancer yang masih bisa bekerja di tempat lain selama target terpenuhi.

C. Cara Menjadi Fotografer

Pendidikan formal fotografi tidak begitu penting dalam dunia fotografer toh banak fotografer profesional yang tidak berasal dari jurusan fotografi. Hal yang paling utama yang kamu harus lakukan adalag berlatih dan terbiasa dengan peralatan yang kamu gunakan dalam memotret.

Pelajari teknik-teknik pemotretan yang dibutuhkan untuk menghasilkan foto bernilai komersial. Hal yang paling baik adalah belajarlah ilmu fotografi dari pengalaman kerja atau langusng terjun ke lapangan, sekalipun statusnya sebagai fotografer pemula.

Shortcut mungkin sebagai berikut :

  1. Ikuti kursus fotografi tingkat pemula terutama untuk materi Exposure dan Visualisasi konsep foto
  2. Buat portofolio baik cetak maupun online. Tidak perlu khawatir dengan media gratisan seperti Instagram, Blogpsot atau WordPress.com. Klien melihat karyamu, bukan situsmu.
  3. Branding Image – Promosikan diri kamu di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Jika pelru daftar diri kamu ke beberapa situs fotografi yang mungkin saja bisa membuat kamu terkenal. Misalnya saja Microstok Photo atau Jobstreet untuk fotografer.

Konten Terkait : Cara Membuat Website Portofolio Fotografer

D. Komptensi Fotografer

  1. Mengambil gambar
  2. Editing Foto dengan software, terutama Photoshop dan Adobe Ligthroom
  3. Setting Ligthing
  4. Mengarahkan model
  5. Tepat dalam mengabadikan moment bergerak
  6. Inisitif dan creative

E. Tantangan Menjadi Seorang Fotografer

Pada kelas pemula, biasanya fotografer harus mandiri terlebih dahulu yakni memiliki gear fotografi sendiri. Gera fotografi modern bukanlah hal yang murah. Pada kelas entri saja kamu harus merogoh kocek sampai 5 juta rupiah untuk sebuah kamera Digital dengan ukuran sensor Crop faktor dan lensa standar yang umumnya 18 – 55 mm, atau 16 – 50 mm. Lensa ini tidak begitu tajam dan tujuan pemotretannya pun hanya untuk DoF yang panjang.

Kamu juga harus membeli beberapa perlatan tambahan seperti Ligthing atau Flash standar minimal 2 buah dengan bajet paling murah sekitar 2 juta rupiah untuk merek tronik misalnya atau Yungnuo. Itupun harus ditambah dengan satu buah Ligth Stand.

JIka kamu ingin memiliki peralatan dengan kelas menengah kamu paling tidak harus mengeluarkan biaya sekitar 20 sampai 30 juta rupiah ntuk keperluan gear dan 20 juta rupiah untuk membuat studio mini yang bisa sangat membantu untuk portofolio kamu.

Deretan harga jual lensa fotografi canon premium ring merah

Buat kalian yang berfikir bekerja sebagai Fotografer Wild Life, sebaiknya cobalah mendaftar ke perusahaan yang bergerak di bidang tersebut. Karena peralatan fotografi Wild life dan Sport terkenal paling mahal. Misalnya saja harga lensa tele di atas 300 mm, bisa sampai 40 juta rupiah untuk kelas paling murah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *