Cara Lolos Kurasi Microstock – Shutterstock Motret Pake Handphone

2 min read

Tips buat motert pakai Handphone di Shutterstock

Matamu.NET – Pengen jualan foto di Microstock seperti Shutterstock tapi nggak punya Kamera Profesional? Sayangkan, apalagi saat ini Kamera Smartphone sudah canggih-canggih kok dan sudah cukup untuk memenuhi standar tehnis kualitas untuk lolos Review di Shutterstock.

Tidak perlu Kamera Smartphone mahal seperti Iphone 12 yang bisa menyimpan gambar 12 MP, karena standar ukuran gambar yang lulus di Shutterstock hanya 4 Megapixel, Smartphone Low End seperti Xiomi Note 9 sudah cukup kok.

Idenya bukan pada kameranya, tapi the man behind the Gun. Namun saya juga tidak menyaarankan motret ngasal sih. Sebagai panduan buat pemula yang ingin jualan foto online di Microstock dengan smartphone, berikut ini beberapa tips yang mungkin saja berguna.

1. Set Kualitas Maksimal

Sebenarnya tidak mesti pada kualitas maksimal sih karena hal ini bergantung dari Smartphone itu sendiri, tapi untuk membuat tips yang general dan bisa diaplikasikan ke semua Smartphone sebaiknya set pada kualitas paling maksimal.

Toh tidak ada ruginya motret di settingan foto dengan kualitas maksimal kecuali memori kamu lebih cepat penuh.

Misalnya Smartphone kalian adalah Xia Mi Note 9, maka aturlah penyimpanan gambar pada kualitas maksimal yakni 48 Megapixel. Hal ini bertujuan untuk memastikan performa terbaik dari Smartphone kamu.

2. Pencahayaan yang baik

Kekurangan dari kamera Smartphone dibanding dengan kamera profesional adalah ukuran sensor. Sebagai pengingat ukuran sensor dan ukuran pixel dari gambar itu berbeda, tapi kita tidak akan bahas ini di tips ini.

Intinya adalah ukuran sensor dari kamera Smartphone jauh lebih kecil dibandingkan ukuran sensor Kamera Digital meskipun ukuran penyimpanan gambar dan DPI-nya teradakang sama saja misalnya sama-sama 48 MP. Tapi dari sisi tehnis, ukuran sensor kecil membuat jumlah cahaya yang masuk akan kurang.

Dalam dunia fotografi, cahaya adalah segalanya. Cahaya menjadi aspek yang akan menentukan exposure gambar dan juga kedalaman warna dari foto yang dibuat, yah meskipun hal itu kembali lagi ke sensitivitas sensor.

Jika jumlah cahaya kurang, Smartphone kamu secara otomatis akan menaikkan ISO dan menurunkan Shutterspeed.

Dua hal ini akan membuat gambar kamu Noisi dan terkadang menghasilkan gambar yang shake. Dua hal ini memang terkadang tidak terlihat dilayar smartphone kamu, akan tetapi ketika gambar dilihat dari layar monitor di Actual Size biasanay teradapat bagian yang tidak fokus.

Floral Dress Cantik dan manis Seksi Ibu Rifda

Seperti foto di atas, jika dilihat di ukuran Fit to Screen, fotonya terlihat fokus namun ketika di view di actual Size, ternyata Miss Fokus di daerah mata.

Jadi motretlah dalam keadaan terang!!! Jika tidak kamu mungkin butuh pengetahuan lebih tentang penggunaan Lighting agar gambar yang kamu hasilkan tetap terang.

3. Gunakan Tripod dan Gunakan Timer

Jika memang kamu ngebet motret di tempat yang tidka begitu terang atau dalam istilah fotografi di daerah Shadow, maka gunakan Tripod untuk menghindari gambar shake.

Sednagkan timer digunakan untuk mengurangi potensi shake saat tangan menyentuh screen saat menjepret gambar.

4. Matikan Watermark

Pada smartphone keluaran china seperti Vivo dan Xiami terkadang ada fitur untuk memunculkan jenis Smartphone yang digunakan. tentu saja Watermark tidak diperkenankan di Microstock manapun.

Jadi matikan saja.

5. Hindari Editing di Smarphone

Jangan pernah berfikir foto yang kamu buat akan baik jika melalui proses editing. Kualitas foto di Smartphone itu hampir berada di ambang batas kriteria foto lulus kurasi di mikrostock.

Editing di Smarphone itu tidak memberi jaminan foto kamu jadi lebih baik, mungkin saja hanya “terlihat” lebih bagus di layar kecil, tapi tidak di actual size. Kecuali kamu bisa memastikan kualitas rendering dari apliaksi editor gambar smartphone kamu baik.

Selain itu, prinsip berfikir developing atau editing gambar ini akan mendorongmu untuk mengambil gambar asal saja, at least mungkin saja kamu motret secukupnya saja, jadi kualitas awal dari foto kamu sudah kurang disisi tehnisnya.

Oleh karena itu upayakan yang ada di fikiran kamu hanya ada foto Fresh from the Oven saja dan langsung unggah di Shutterstock, jika memang user ingin meng-crop foto kamu, biarkan saja mereka yang crop foto tersebut bukan kamu yang crop.

Kecuali kamu mau edit lagi di Software profesional seperti Photoshoop, mungkin tidak masalah.

Jadi!!!!

Lupakan editing di Smartphone.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *