Belajar Fotografi – Perbedaan File Foto Tipe RAW dan JPEG

1 min read

Perbedaan File dengan Tipe JPEG dan RAW

Matamu.NET – Motode penyimpanan foto pada kamera-kamera profesional seperti DSLR dan Mirrorless bisa dalam dua format yakni format RAW atai JPEG. Sekilah hasil yang didapatkan melalui Kamera screen sama dan hanya berbeda dari sisi ukuran file. Jika FIle JPEG mungkin kita dapat 4 sampai 12 MB, pada RAW file foto bahkan bisa mencapai 100 MB.

Lantas apakah yang membuat RAW menggunakan lebih banyak memory dan apakah perbedaan dua tipe file ini.

1. File Foto RAW

RAW adalah format file yang tidak tetap, tergantung dari jenis kameranya. Misalnya kamera Camera canon memiliki tipe file RAW yang berbeda dengan kamera Nikon.

  1. Canon – .cr2
  2. Canon Mirrorless – .crw
  3. Sony – .arw
  4. Nikon – .nef
  5. Olimpus – .orf

Setiap kali sebuah kamera mengambil gambar sebenarnya format yang dimabil dalam tipe RAW tapi lalu disimpan dalam tipe JPEG, kecuali fotografer menyetting metode penyimpanan mengunakan RAW. Metode penyimpanan kamera seperti berikut :

Cara penyimpanan File pada Kamera Digital dengan Tipe RAW

Pada proses penyimpanan foto tipe RAW, semua data yang direkam oleh sensor akan disimpan ke Memory tanpa membuang informasi apapun, sekalipun informasi tersebut tidak bisa di translate ke dalam bentu visual.

Misalkan pada satu Pixel Kamera sebenarnya terdiri Pigmen elektrik yang dapat merespn panjang cahaya tertentul Jumlah pigmennya tergantung dari kualitasnya, mari kita ambil pigmen sensor paling sederhana dengan tiga warna dasar yakni Red, Green, Blue.

Pada saat sensor diransang oleh cahaya dari luar seperti warna daun, sebenarnya warna 1 pixel daun tidak hanya hanya hijau tapi juga ada unsur Red, dan bluenya, hanya saja intensitas rendah. Meskipun rendah, sensor tetap menyimpan informasi pada pixel tersebut dalam RGB. Selain warna juga terdapat level Brightness dari, sehingga satu pixel file RAW akan berisi minimal 4 informasi.

Hal ini membuat konsumsi memory lebih banyak, akan tetap hal ini sangat membantu dalam porses editing terutama dalam koreksi warna. Karena masing-masing warna masih memiliki slot memory, Software seperti Photoshop tidak perlu bersusah-susah dalam mengkoreksi warna karena masing-masing warna sudah memiliki infomasi dasar.

Ketika kita naikan warna merahnya, maka slot warna yang terkoreksi, sedangkan pada jenis file JPEG, Warna yang terkoreksi misalnya sis Hijau, lalu dari Hijau ini ditranslate oleh Algoritma mesin dari Photoshoop untuk menunjukkan warna merah. Hal ini seperti memaksa menampilkan warna merah dari infomasi warna hijau yang ada.

2. Tipe File JPEG

JPEG adalah singkatan dari Joint Photographic Experts Group, nama file ini adalah kesepakatan yang digunakan untuk file yang telah mengalami kompressi dari tipe RAW ke file dengan kedalaman warna 8 Bit.

Tipe file JPEG adalah hasil kompressi file yang dilakukan oleh Prosesor Image berdasarkan informasi yang didapatkan dari Sensor. Metode Penyimpanan sebagai berikut :

Tipe File JPEG compress file

Setelah sensor mendapatkan informasi warna setelag proses exposure, seluruh informasi kemudian dikompress dan dipilih warna yang paling dekat dari gabungan empat informasi warna yang didapatkan di sensor. Informasi ini kemudian disimpan dalam satu pixel warna dengan kedalam 8 bit. Karena hanya berisi satu informasi tentu saja jumlah memory yang digunakan akan lebih sedikit.

Konsekuensi warna yang dicetak atau ditampilkan bergantung dair dari kemampaun prosesor mengkompres foto, misalnya saja pada Kamera Canon EOS 5 D dengan tipe prosesor Digic IV pasti akan kalau jauh dengan kamera EOS 60D yang tipe prosesornya Digic V. Dalam dunia foto visual hasil gambar yang ditampilkan disebut sebagai Dynamic Range. Semakin panjang dynamic Range semakin mirip dengan kondisi yang ada di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *